Minggu, 05 Mei 2019

AUDITING II “Audit siklus Penggajian dan Personalia”


MAKALAH
AUDITING II
“Audit siklus Penggajian dan Personalia”





Hasil gambar untuk logo widyatama



Oleh: Kelompok 3
Risha Zulfikar                         (011401325)
Silvia istimeirianti                  (0116101425)
Krishelda Gloris P                  (0116101420)
Sani Sanjaya                           (0116101436)
Nisa Nadhira                           (0116101441)
Teta Sakti Paly                        (0118121005)
Aditya Salman F                     (0118121008)
Kelas : J
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Auditing II
Dosen : Robertus Ary Novianto, S.E., M.M., Ak.

UNIVERSITAS WIDYATAMA
Jalan Cikutra no 204 A Bandung
Jawa Barat Indonesia 40124


KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Auditing II.
Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat serta membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.






Bandung,   Mei 2019

Penulis


DAFTAR ISI





 


BAB I

PENDAHULUAN


1.1.            LATAR BELAKANG

Di dalam masyarakat modern, kekayaan dinilai dengan uang dan setiap transaksi aliran kekayaan antar individu di dalam masyarakat diukur dengan satuan uang. Untuk mendapakan berbagai barang dan jasa yang diperlukan, masyarakat modern memerlukan uang sebagai ukuran transaksi. Pengunaan uang telah menerobos ke semua aspek kehidupan. Manusia modern memerlukan akuntansi sebagai komunikasi keuangan antar individu di dalam masyarakat. Kebutuhan akan informasi akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan kekayaan yang dimiliki oleh masyarakat.

Setiap pihak yang diserahi wewenang untuk mengelola kekayaan investor berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan kekayaan tersebut kepada investor. Dalam mempertanggungjawabkan kekayaan, manajemen perusahaan mengunakan akuntansi sebagai bahasa komunikasi. Untuk itu, perusahaan perlu menyelengarakan akuntansi yang memungkinkan disajikannya laporan pertanggungjawaban kepada para investor. Pertanggungjawaban keuangan memerlukan dua unsur yaitu: kompetensi dalam bidang akuntansi dan keandalan informasi akuntansi yang dihasilkan. Semakin kompleks perekonomian suatu masyarakat, semakin kompleks transaksi keuangan yang dilakukan oleh masyarkat tersebut, sehingga memerlukan kompetisi yang tinggi untuk mencerminkan transaksi keuangan mereka dengan informasi akuntansi.

Pengetahuan auditing menjadikan orang kompeten untuk menilai kewajaran pertanggungjaawaban keuangan, sehingga memungkinkan orang yang terjun dalam profesi akuntan publik mampu menghasilkan jasa yang menjadikan masyarakat dapat memperoleh informasi keuangan yang andal. Informasi keuangan yang andal bagi masyarakat penting dalam menggambil keputusan pengalokasian sumber daya ekonomi secara efektif dan efesien. 

Dalam makalah ini siklus kegiatan perusahaan akan digunakan sebagai objek pengujian pengedalian khususnya jasa penggajian atau personalia yang berhubungan langsung dengan sumber daya manusia. Sumber daya manusia merupakan faktor penting perusahaan dalam menjalankan segala aktivitas perusahaan . Salah satu kewajiban perusahaan adalah pemberian gaji sebagai balas jasa perusahaan. Pemberian jasa ini merupakan proses yang dalam pelaksanaannya butuh suatu pengendalian yang memadai agar tidak terjadi penyimpangan.

Biaya gaji merupakan suatu masalah yang sangat penting, biaya gaji merupakan biaya yang membutuhkan jumlah yang cukup besar dibandingkan yang lain. Sehingga perlu adanya audit atas penggajian guna menghindari berbagai macam kecurangan (fraud) dalam pelaksanaan siklus penggajian.

 

Bertolak dari uraian diatas, penulis membahas tentang siklus penggajian beseta prosedur-prosedur nya. Penulis memberikan judul makalah Audit Siklus Penggajian dan Personalia.

1.2.            RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang dapat dibuat adalah sebagai berikut :
1.                  Akun dan dokumen apa saja yang terkait dalam audit siklus penggajian dan personalia?
2.                  Fungsi fungsi apa saja yang terkait dalam audit siklus pengganjian dan personalia?
3.                  Apa tujuan dari audit siklus pengganjian dan personalia?
4.                  Apa saja yang menjadi bahan pertimbangan struktur pengendalian intern?
5.                  Bagaimana menentukan resiko pengendalian dalam audit siklus pengganjian dan personalia?
6.                  Bagaimana pengujian pengendalian dalam audit siklus penggajian dan personalia?
7.                  Bagaimana pengujian substantif dalam audit siklus penggajian dan personalia?

1.3.            TUJUAN

1.                  Mengetahui akun dan dokumen yang terkait dalam audit siklus penggajian dan personalia.
2.                  Mengetahui fungsi audit siklus penggajian dan personalia.
3.                  Mengetahui tujuan audit siklus penggajian dan personalia.
4.                  Mengetahui pertimbangan struktur pengendalian audit siklus penggajian dan personalia.
5.                  Mengetahui cara menentukan risiko pengendalian audit siklus penggajian dan personalia.
6.                  Memahami tentang pengujian pengendalian audit siklus penggajian dan personalia.
7.                  Memahami tentang pengujian substantif audit siklus penggajian dan personalia. 

BAB II

PEMBAHASAN

Seperti dalam siklus penjualan dan penagihan serta akuisisi dan pembayaran, audit atas siklus pengggajian dan personalia juga mencakup pemahaman tentang pengendalian internal, penilaian risiko pengendalian, pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi, prosedur analitis, serta pengujian atas rincian saldo. Dalam audit yang umum, perbedaan utama antara siklus penggajian dan personalia serta siklus lainnya meliputi :
·         Hanya ada satu kelas transaksi untuk penggajian. Sebagian besar siklus lainnya memasukkan setidaknya dua kelas transaksi. Sebagai contoh, siklus penjualan dan penagihan memasukkan baik transaksi penjualan maupun penerimaan kas, dan sering kali melibatkan retur penjualan serta penghapusan piutang tak tertagih. Penggajian hanya memiliki satu kelas karena penerimaan jasa dari karyawan dan pembayaran jasa tersebut melalui penggajian biasanya terjadi dalam periode waktu yang singkat.
·         Transaksi pada umumnya jauh lebih signifikan ketimbang akun neraca terkait. Akun-akun yang terkait dengan penggajian akrual dan potongan pajak biasanya bernilai kecil dibandingkan dengan total transaksi selama tahun bersangkutan.
·         Pengendalian internal terhadap penggajian sudah efektif bagi hampir semua perusahan, bahkan perusahaan yang kecil sekalipun. Ketatnya regulasi pemerintah Negara bagian dan federal telah mendorong pengendalian yang efektif atas pemotongan dan pembayaran pajak penggajian. Selain itu, masalah moral karyawan juga dapat mengemuka jika karyawan tidak diberi gaji atau diberi gaji yang kecil.
Karena ketiga karakteristik tersebut, maka ketika menguadit penggajian biasanya auditor menekankan pengujian pengendalian, pengujian substantive atas transaksi, dan prosedur analitis. Pengujian atas rincian saldo hanya memerlukan beberapa menit bagi sebagian besar akun yang berhubungan dengan penggajian.

2.1.            Akun dan Traksaksi dalam Siklus Penggajian dan Personalia

Tentu saja, tujuan keseluruhan dari audit siklus penggajian dan personalia adalah untuk mengevaluasi apakah saldo akun yang terpengaruhi oleh siklus tersebut telah dinyatakan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Akun yang umum dalam siklus penggajian dan personalian ditunjukkan pada Gambar 20-1. Akun T akan digunakan untuk mengilustrasikan cara informasi akuntansi mengalir melalui berbagai akun dalam siklus penggajian dan personalia. Dalam sebagian besar sistem, akun gaji dan upah akrual hanya akan digunakan pada akhir periode akuntansi. Selama periode berjalan, beban baru akan dicatat apabila karyawan telah benar-benar dibayar dan bukan ketika biaya tenaga kerja terjadi. Akrual untuk tenaga kerja dicatat dengan ayat jurnal penyesuaian pada akhir periode bagi setiap biaya tenaga kerja yang dihasilkan tetapi belum dibayar.

2.2.            FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA SERTA DOKUMEN DAN CATATAN TERKAIT

Siklus penggajian dan personalia dimulai dengan merekrut karyawan dan diakhiri dengan membayar karyawan tersebut atas jasa yang mereka laksanakan dan pemotongan pajak oleh pemerintah serta institusi lain dan pajak gaji serta manfaat akrual. Jadi, siklus tersebut melibatkan perolehan jasa dari karyawan yang konsisten dengan tujuan perusahaan, dan akuntansi yang tepat untuk jasa tersebut.

2.2.1.   Sumber Daya Manusia

Departemen sumber daya manusian menyediakan sumber yang independen untuk mewawancarai dan merekrut personel yang memenuhi kualifikasi. Departemen tersebut juga merupakan sumber catatan yang independen bagi verifikasi internal atas informasi upah. Termasuk penambahan dan penghapusan gajiserta perubahan upah dan pengurangan.
Catatan personalia (personel records) meliputi data seperti tanggal mulai bekerja, investigasi personil, tingkat pembayaran, pengurangan yang diotorisasi, evaluasi kinerja dan tanggal berhenti bekerja.
Formulir otorisasi pengurangan. Formulir ini digunakan untuk mengotorisasi  pengurangan gaji, termasuk jumblah pembebasan untuk pemotongan pajak pengasilan, 401(K) dan program tabungan pension lainnya, obligasi tabungan A.S. serta iuran serikat pekerja.
Formulir otorisasi tingkat pembayaran.formulir ini digunakan untk mengotorisasi tingkat pembayaran. Sumber informasinya adalah kontrak tenaga kerja, otorisasi oleh manajemen, atau dlam kasus pejabat perusahaan, otorisasi dari dewan direksi.

2.2.2.   Pencatatan Waktu dan Persiapan Penggajian

Pencatatan waktu (timekeeping) dan persiapan penggajian merupakan hal yang penting dalam audit penggajian karena mempengaruhi secara langsung beban peggajian dalam setiap periode. Untuk mencegah salah saji dalam epat aktivitas berikut diperlukan pengendalian yang memadai :
  • Penyiapan kartu waktu oleh karyawan
  • Pengikhtisaran dan penghitungan pembayaran kotor, pengurangan dan pembayaran bersih
  • Penyiapan cek gaji
  • Penyiapan catatan gaji

Kartu waktu (time card). Adalah dokumen yang mengidentifikasi waktu per jam karyawan mulai dan berhenti bekerja setiap hari serta jumlah jam kerja karyawa. Kartu waktu ini dapat berupa formulir kertas atau electronic, dan dapat disiapkan secara otomatis oleh jam waktu atau pembaca kartu identifikasi. Kartu waktu ini biasanya diserahkan setiap minggu.
Karyawan yang menerima gaji tetap atau pembebasan biasanya tidak mengisi kartu waktu. Mereka hanya diharuskan mengisi laporan waktu untuk mengklaim upah lembur, cutih libur atau sakit.
Tiket waktu pekerjaan. Tiket waktu pekerjan adalah formulir yang menunjukkan pekerjaan mana yang dikerjakan karyawan selama periode waktu tertentu. Formulir ini hanya digunakan oleh seorang karyawanmelakukan pekerjaan berbeda atau bekerja dalam departemen yang berbeda. Tiket waktu pekerjan seringkali diakukan secra electronic dengan system pelaporan waktu dan beban
File transaksi penggajian. File yang dibuat oleh computer ini mencantumkan semua transaksi penggajian yang diproses aoleh system akuntansi selama satu periode, seperti satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun. File tersebut berisi semua informasi yang dimasukkankedalam system dan informasi tentang setiap transaksi seperti nama karyawan, dan nomer identifikasi, tanggal, pembayaran kotor dan bersih, berbagai jumlah pemotongan pajak dan klasifikasi akun atau klasifikasi. Tergantung pada kebutuhan perusahaan, informasi mengenai penggajian digunakan untuk berbagai catatan, daftar dan laporan, seperti jurnal penggajian file induk penggajian, dan rekonsiliasi bank penggajian.
Jurnal atau data penggajian. Laporan inidibuat dari file transaksi penggajian dan umumnya mencantumkan nama karyawan, jumlah penggajian kotor dan bersih, jumlsh pemotongan, serta klasifikasi akun atau klasifikasi transaksi. Transaksi yang sama dimasukkan kedalam jurnal atau daftar juga diposting secara simultan kebuku besar umum dank e file besar induk penggajian.
File induk penggajian (payroll master file).adalah file computer yang digunakan untuk mencatat transaksi penggajian bagisetiap karyawan dan mempertahankan total upah karyawan yang dibayar selama tahun tersebut hingga tanggal saat ini. Catatansetiap karyawan mencantumkan pembayaran kotor selama setiap periode penggajian, pengurangan dari pembayaran kotor, pembayaran bersih, nomer cek, dan tanggal. File induk ini diperbaharui dari file transaksi peggajian. Total penghasilan setiap karyawan dalam file induk sama dengan saldo penggajian kotor dalam berbagai akun buku besar umum

2.2.3.   Pembayaran Penggajian
Persetujuan dan distribusi penggajian harus dikendalikan secara hati-hati untuk mencegah pencurian. Untuk meningkatkan pengendalian, pengeluaran gaji umumnya diproses secara terpisah dari pengeluaran lainnya.
Cek gaji. Cek gaji ditulis untuk selanjutnya diserahkan kepada karyawan sebagai pertukaran atas jasa yang dilakasanakannya. Jumlah cek tersebut merupakan pembayaran kotor dikurangi pajak dan potongan lainnya. Cek itu disimpan sebagai bagian dari fungsi penyiapan penggajian, tetapi tanda tangan yang diotorisasi telahmembuat cek tersebut sebagai aktiva. Setelah cek gaji dicairkanoleh karyawan, cek yang dibatalkan lalu dikembalikan keperusahaan dari bank. Cek gaji seringkali disetorkan secara langsung dari rekening bank setiap karyawan.
Rekonsiliasi rekening bank penggajian. Rekonsiliasi bank independen merupakan hal yang penting bagi semua akun kas, termasuk penggajian, untuk menemukan kesalahan dan kecurangan. Akun oenggajian impress (imprest payroll account) adalah akun penggajian terpisah dimana saldo bernilai kecil dipertahankan. Jimlah setiap gaji bersih yang ditransfer berdasarkan cek atau transferdna elektronik dari akun umum kevakun impress segera sebelum distribusi penggajian.

2.2.4.   Penyiapan SPT Pajak dan Penggajian dan Pembayaran Pajak

Formulir W-2 adalah formulir yang dikirim kesetiap karyawan untuk mengikhtisarkan setiap menghasilan karyawan slama tahun kalender, termasuk pembayaran kotor, dan potongan FICA (jaminan sosial).  Informasi yang sama juga diserahkan kepada internal revenue service dan komisi pajak Negara bagian serta local jika dapat diberlakukan. Informasi ini disiapkan dari file induk penggajian dan biasanya dibuat oleh koputer.
SPT pajak penghasilan. Adalah formulir yang diserahkan ke unit pemerintah local, Negara bagian, dan federal untuk menunjukkan pembayaran pajak yang dipotong dan pajak perusahaan. Sifat dan tanggal jatuh tempo formulir tersebut bervariasi tergantung pada jenis pajaknya. Formulir trsebut disiapkan dari informasi yang ada pada induk file penggajian dan biasanya dibuat oleh computer.pembayaran pemotongan pajak federal dan jaminan social akan jatuh tempo secara setengah mingguan atau bulanan, tergantung pada julah pemotongan pajaknya.sebagian besar pajak pengangguran negaara bagian jatuh tempo secara kuartalan.

2.3.      METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI

Pengendalian internal untuk penggajian biasanya sangan tersruktur  dan terkendali dengan baik untuk mengelola pengeluaran kas, meminimalkan keluhandan ketidak puasan para karyawan, serta miminimalkan kecurangan penggajian. Cek gaji dan semua jurnal yang terkait serta catatan penggajian biasanya diproses oleh computer. Karena perihal pembayaran gaji relative umum dari perusahaan keperusahaan,maka harus tersedia system computer yang berkualitas tinggi.
Karena memproses penggajian serupa pada sebagian besar organisasi, dan program harus dimodifikasi setiap tahun terhadap perubahan skedul pemotongan pajak,umumnyaperusahaan menggunakan jasa penggajian dari luar untuk pemproses penggajian. Auditor  juga dapat mengandalkan pada pengendalian internal organisasi jasa. Hal ini bias diterima jika auditor organisasi jasa menerbitkan laporan ( yang sering kali disebut sebagailaporan SAS 70 ) Mengenai pengendalian internal organisasi jasa.
Walaupun pengujian pengendalian dan pengujian substantive atatransaksi merupakan bagian yang paling penting dalam menguji penggajian, pengujian dalam bidang ini biasanya tidak bersifat ekstensif. Banyak audit menghadapi riiko salah saji yang material yang rendah atau minimal, wlaupun penggajian sering kali menjadi bagian yang signifikan dari total beban. Ada tiga alas an atas hal ini :
  1. Karyawan kemungkinan besar akan mengajkan keluhan kepada manajemen jika mereka dibayar terlalu rendah.
  2. Semua transaksi penggajian tipikal seragam dan tidak rumit
  3. Transaksi penggajian merupakan subjek audit pemerintah Negara bagian dan federal menyangkut pemotongan pajak penghasilan, jaminan social, dan pajak pegangguran.

2.3.1.      Memahami Pengendalian Internal – siklus Penggajian dan Personalia

Untuk pengujian transaksi penjualan dan penerimaan kas, pengendalian internal, pengujianpengendalian, dan pengujian substantive atas transaksi  bagi setiap tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi  diikhtisarkan.
  • Pengendalian internal bervariasi dari perusahaan keperusahaan. Karena itu, auditor harus mengidentifikasi pengendalian, defisiensi yang signifikan, dan kelemahan yang merial untuk setiap organisasi.
  • Pengendalian yang akan digunakan oleh auditor untuk mengurangi peniaian risiko pengendalian harus diuji dengan pengujian pngendalian.
  • Jika klien merupakan sebuah perusahaan public, tingkat pemahaman pengendalian dan luas pengujian pengendalian harus mencukupi untuk menerbitkan opini tentang keefektifan pengendalian internal terhadap laporan keuangan.
  • Pengujian substantive atas transaksi berfariasi tergantung pada risikopengendalian yang dinilai dan pertimbangan audit lainnya, seperti pengaruh pengendalian terhadappersediaan.
  • Pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi akan digabungkan jika memungkinkan dan dilaksanakan dengan ara senyaman mungkin, dengan menggunakan programaudit format kinerja.

Pemisahan tugas yang memadai. Pemisahan tugas merupakan hal yang penting dalam sikluspenggajian dan personalia, terutama untuk mencegah pembayaran berlebihan danpembayaran kepada karyawan yang tidak ada atau fiktif. Fungsi penggajian harus tetap independen dari departemen sumber daya manusia,yang pengendalian aktivitas penggajian kunci, seperti menambahkan dan menghapus karyawan. Pemrosesan penggajian harus terpisah dari penyimpanan cek gaji yang telah ditandatangani.
Otorisasi yang tepat. Hanya departemen sumbe daya manusia yang boleh mengotorisasi untuk menambah dan menghapus karyawan dari daftar penggajian atau mengubah tingkat upah serta pemotongan. Jumlah jam kerja setiap karyawan, terutama lembur, harus diotorisasi leh penelia karyawan. Persetujuan dapat dibubuhkan pada semua kartu waktu atau dilakukan atas pengecualian hanya untuk jam lembur saja.
Dokumen dan catatan yang memadai. Dokumen dan atatan yang memadai tergantung pada sifat system penggajian . kartu waktu atau catatan memang diperlukan untuk karyawan perjam atau paruh waktu tetapi tidak untuk karyawan tetap. Untuk karyawan yang dibayarkan berdasarkan tingkat potongan atau system intensif lainnya, diperlukan catatan yang berbeda.
Pengendalian fisik terhadap aktiva dan catatan. Akses kecek gaji yang belum ditandatangani harus dibatasi. Cek harus ditandatangini  oleh karyawan yang bertanggung jawab, dan penggajian harus didistribusikan oleh seorang yang independen dari fungsi pengendalian dan pencatatan waktu. Setiap cek yang idak diklaim atau dicairkan harus dikembalikan untuk disetor ulang. Jika cek ditandatangani oleh mesin tandatangan , akses kemesin tersebut harus dibatasi.
Pengecekan yang independen atas kinerja. Penghitungan penggajian harus diverifikasi secara independen,termasuk perbandingan total batch dengan laporan ikhtisar. Seorang anggota manajemenatau karyawan lain yang bertanggung jawab harus mereview output penggajian untuk melihat salah saji atau jumlah yang tidak biasa. Jika tenagakerja manufaktur mempengaruhi peniaian persediaan atau  jika diperlukan untuk mengakumulasi buaya berdasarkan pekerjaan, akan dibutuhkan pengendalian yang memadai untuk memverifikasi pembebanan yang tepat.

2.3.2.      Formulir dan Pembayaran Pajak Penggajian

Penyipan formulir pajak penggjian.  Ebagai bagian dari pemahaman atas pengendalian internal, auditor haru mereviewpenghasilan dari setidaknya salah saji stu jenis formulir pajak penggajian yang merupakan tanggung jawab klien. Potensi kewajiban berupa pajak yangbelum dibayar, denda, dan bunga akan muncul jika klien lalai menyiapkan formulir pajaksecara benar. Formulir pajak penggajian adalah untuk pajak seperti pajak penghasilan pemerintah federal dan pemotongan pajak FICA, pemotongan pajak pemerintah bagian dan kota, serta pajak pengangguran pemerintah federal dan Negara again.
Pembayaran potogan pajak penggajian dan pemotongan lainya secara tepat waktu. Auditor harus menguji apakah klien telah memenuhi kewajiban hukmnya untuk menyerahkan pembayaran semua pemotongan pajak penggajiansebagai bagian dari pengujian penggajian walaupun pembayaran biasanya dilakukan dari pengeluaran kas umum.

2.3.3.      Persediaan dan Pertimbangan Kecurangan Penggajian

Hubungan antara penggajian dan penilaian persediaan. Jika penggajian merupakan bagian yang signifikan dari persediaan, yang merupakan hal yang umum agi perusahaan manufaktur dan konstruksi, klasifikasi akun penggajianyang tidak tepat dapat mempengaruhipenilaian aktiva material  untuk akun akun seperti barang dalam proses, barang jadi, atau konstruksidalam proses.

Pengujian atas karyawan yang tidak ada.mengeluarkan cek gaji kepadaindividu yang tidak bekerja lagi untuk perusahaan (karyawan yang tidak ada ) seringkali diakibatkan oleh masih dibayarnya cek karyawan padahaldia sudah berhenti bekerja. Biasanya orang yang melakukan jenis penggelapan ini adalah klerk penggajian, mandor, rekan karyawan, atau mungkin mantan karyawan itu sendiri. Untuk mendeteksi penggelapan, auditor dapat membandingkan nama pada cek yang dibatalkan dengankartu waktu dan catatan lainnya ntuk mengetahui tanda tangan yang diotorisasi dan kelayakan odorsemen. Memeriksa cek yang telah dicatat sebagai tidak berlaku juga dapat dilakukan untuk memastikan bahwa cek tersebut tidak disalah gunakan.  Untuk menguji karyawan yang tidak ada, auditor dapat menelusuri transaksi yang dicatat dalam jurnal penggaian kedepartemen sumber daya manusia untuk menentukan apakah karyawan telah benar benar bekerja selama periode penggajian. Prosedur yang menguji apakah karyawan yang telah berhenti ditandatangani dengan layak adalah memilih beberapa file karyawan yang telah berhenti itu pada tahun berjalandari catatan personalia untuk menentukan apakah masing masing menerima pesangon yang konsisten dengan kebijakan perusahaan.

Pengujian atas kecurangan waktu.kecurangan waktu terjadi apabila seorang karyawan melaporkan waktu lebih banyak dari yang sebenarnya dikerjakan. Karena kurangnya bukti yang tersedia, biasanya sulit bagi auditor untuk mengungkapkan kecurangan waktu. Salah satu prosedurnya adalah merekonsilisasi total jam yang dibayar menurut catatan penggajian dengan catatan jam kerja yang indepeden, seperti yang seringkali diselenggarakan oleh pengendalian produksi.

2.4.      METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO

Auditor menilai risiko pengendalian dan pelaksanaan pengujian pengendalian serta pengujiansubstantif atas transaksi. Setelah menyelesaikan pengujian tersebut dan menilai kemungkinan salahsaji akunlaporan keuangan dalam siklus penggajian dan personalia, auditor akanmengikuti metodologi untuk merancang pengujian atas rincian saldo.
1.      Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi penggajian (tahap I)
Risiko bisnis klien yang signifikan yang mempengaruhi penggajian tidak mungkin terjadi pada sebagian besar perusahaan. Akan tetapi, risiko bisnis klien itu mungkinsaja terjadi pada kesepakatan kompensasi yang kompleks, yang mencakup bonus dan rencana opsisaham serta kesepakatan kompensasi yang ditangguhkan lainnya.
2.      Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai risiko inheren (tahap II )
Kebanyakan perusahaan memiliki sejumlah besar transaksi yang melibatkan penggajian, seringkali dengan total nilai yang besar. Akan tetapi, akun – akun neraca biasanya tidak berjumlah signifikan, kecuali tenaga kerja yang dibebankan ke persediaan. Selain potensi kecurangan, risiko inheren umumnya juga rendah bagi semua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo. Jika sebagian besar transaksi melibatkan kas, ada risiko inheren berupa kecurangan penggajian. Karena itu, auditor seringkali mempertimbangkan pentingnya tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi kejadian. Hal ini juga berlaku bagi perusahaan manufaktur yang secara signifikan membebankan tenaga kerjanya ke persediaan, yang berpotensi menimbulkan misklasifikasi antara beban penggajian dan persediaan atau di antara kategori persediaan. Auditor dapatmengidentifikasi masalah yang berhubungan dengan penggajian yang kompleks, sepertirencana kompensasi berdasarkan saham, yang dapat meningkatkan risiko inheren yang berhubungan dengan akuntansi dan pengungkapan kesepakatan tersebut
3.      Menilai resiko pengendalian dan melaksanakan pengujian yang terkait (tahap I dantahap II )
4.      Melaksanakan prosedur analitis (tahap III)
Penggunaan prosedur analitis merupakan hal penting dalam siklus penggajian dan personalia seperti pada setiap siklus lainnya
5.      Merancang dan melaksanakan pegujian atas saldo untuk akun kewajiban dan beban (Tahap III)
verifikasi akun kewajiban yang berkaitan dengan penggajian, yang sering kali disebut beban penggajian akrual, biasanya bersifat langsung jika pengendalian internal telah . beroperasi secara efektif. Jika auditor merasa puas bahwa transaksi penggajian telah dicatat dengan benar dalam jurnal penggajian dan formulir pajak penggajian terkait telah dipersiapkan secara akurat serta pajak dibayar tepat waktu, pengujian atas rincian saldo tidak akan menghabiskan banyak waktu.
Dua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo yang utama dalam menguji kewajiban penggajian adalah :
·         Akrual dalam neraca saldo telah dinyatakan pada jumlah yang besar (keakuratan)
·         Transaksi dalam siklus penggajian dan personalia telah dicatat pada periode yang benar (pisah batas)

Perhatian utama dalam kedua tujuan itu adalah untuk memastikan bahwa tidak ada kurang sajiatau akrual yang dihilangkan.
ü  Jumlah pajak dari gaji karyawan : pajak penggajian yang dipotong tetapi belum dibayar kepada pemerintah dapat diuji dengan membandingkan saldonya dengan jurnal penggajian, formulir pajak penggajian yang dibuat pada periode selanjutnya, dan pengeluaran kas periode selanjutnya
ü  Gaji dan upah akrual : gaji dan upah akrual terjadi setiap kali karyawan belum menerimaupah telah menjadi haknya selama beberapa hari atau jam terakhir hingga periodeselanjutnya.
Jumlah potongan gaji karyawan. Pajak penggajian yang dipotong tetapi belum dibayar kepada pemerintah dapat diuji dengan membandingkan saldonya dengan jumlah penggajian, formulir pajak penggajian yang dibuat pada periode selanjutnya, dan pengeluaran kas periode selanjutnya.pos pos yang dipotong  lainnya seperti tabunganpensiun, iuran serikat pekerja, obligasi tabungan dan asuransi dapat diverifikasi dengan cara yang sama. Jika pengendalian internalsudah beroperasi secara efektif, pisah batas dengan keakuratan dapat dengan mudah diuji pada saat yang bersamaan dengan prosedur tersebut.
Gaji dan upah akrual. Gaji dan upah akrual terjadi setiap kali karyawan belum menerima upah yang menjadi haknya selama beberapa hari atau jam kerja terkhir hingga periode selanjutnya. Biasanya gaji personil akan diberian semuanya kcuali lembur pada hari terekhir bulan tersebut, sementara upah karyawan per jam selama beberapa hari sering kali beluam akan dibayarkan pada akhir tahun.
Komisi akrual.konsep yang sama yang diterapkan dalam memverifikasi gaji dan upah akrual juga dapat diterapkan dalam komisi akrual, meskipun akrual ini pada umumnya lebih sulit diverifikasi karena perusahaan sering kali memiliki beberapa jenis perjanjian yang berbeda dengan wiraniaga dan karyawan dengankomisi lainnya.
Bonus akrual. Pada banyak prusahaan, bonus akhir tahun yang dibayar kepada para pejabat dan karyawan merupakan pos yang sangat besar sehingga kelalaian untuk mencatatnya akan menimbulkan salah saji yang material. Verifikasi atas akrual yang tercatat biasanya dapat dicapai dengan membandingkannya dengan jumlah yang diotorisasi pada risalahrapat dewan direksi.
Pembayaran cuti libur, cuti sakit, atau tunjangan akrual lainnya. Akrual dari kewajiban kewajiban tersebut yang relative konsisten dengan tahun sebelumnya merupkan pertimbangan yang paling penting ketika mengevaluasi kewajaran jumlahnya. Kebijakanperusahaan untuk mencatat kewajibannya harus ditentukan pertama kali, baru kemudian harus dicatat harus dihitung ulang.
Pajak penggajian akrual. Pajak penggajian seperti FICA dan pajak pengangguran Negara bagian federal, dapat diverifikasi dengan memeriksa fprmulir pajak yang disiapkan pada periode selanjutnya untuk menentukanjumlah yang sudah harus dicatat sebagai kewajiban pada tanggal neraca.
Penggajian atas rincian saldo untuk akun beban.beberapa akun pada aporan laba rugi dipengaruhi oleh transaksi penggajian. Disini pos yang paling penting adalah gaji dan bonus pejabat, gaji kotor, gaji dan komisi penjualan, serta tenaga kerja manufaktur langsung. Seringkali iaya dapat dipecah lebih lanjut menurut devisi, produk, atau cabang.
Konpensasi pejabat.  Auditor harus memverifikasi apakah total kompensasi pejabat merupakan jumlah yang diotorisasi oleh dewan direksi, karena gaji dan bonusnya harus dimasukkan dalam laporan K-10 SEC, dan SPT pajak penghasilan federal. Verifikasi konfensasi pajak juga dijamin karena beberapa individu mungkin saja mampu membayardirinya sendiri dngan jumlah yang lebih besar dari jumlah yang diotorisasi. Pengujian audit yang biasa adalah untuk memperoleh gaji setiap pejabat yang  diotorisasi dari risalah rapat dewan direksi dan membandingkannya dengan catatan pendapatan yang terhubung.
Komisi. Auditor dapat memverifikasi beban komisi  dengan relative mudah jika tingkat komisi sama untuk setiap jenis penjualan daninformasi penjualan yang diperlukan tersedia dalam catatan akuntansi.beban koisi total dapat diverifikasi dengan mengendalikan tingkat komisi untuk setiap jenispenjualan dengan jumlah penjualan dalam kategoro tersebut. Jika informasi yang diinginkan tidak tersedia, mungkin  perlu untuk menguji pembayaran komisi tahunan atau  bulanan untuk tenaga penjualan terpilih dan menelusuri total pembayaran komisi.
Beban pajak penggajian. Beban pajak penggajian untuk tahun berjalan dapat diuji dengan merekonsiliasi total penggajian disetiap formulir pajak penggajian dengan total penggajian dngan seluruh tahun. Total pajak penggajian kemudian dapat dihitung ulang dengan mengalikan tingkat yang sesuai dengan penggajian yang dikenakan pajak. Perhitungan tersebut seringkali menghaiskan waktu karena pajak biasanya hanya diterapkan pada suatu bagian dari penggaian dan tingkat tersebut mungkin berubah ditengah tengah tahun jika laporan keuangan tidak mengikuti dasar tahun kalender.
Total penggajian. Penggajian yang berhubunganerat dengan pengujian pajak penggajian adalah rekonsilisasi total beban penggajian dalam buku besar umum dengan SPT  pajak penggajian dan formulir W-2. Tujuan dari pengujian tersebut adalah untuk menentukan apakah transaksi penggajian dibebankan ke akun non penggajian atau sama sekali tidak dicatat dalam jurnal penggajian.
Tenaga kerja kontrak. Untuk mengurangi biaya, banyak organisasi melakukan kontrak dengan organisasi luar untuk menyediakan staf. Individu yang menyediakan jasa dipekerjakan oleh organisasi luar. Perusahaan seringkali melakukan kontrak dengan perusahaan jasa teknologi informasi untuk menangani manajemen teknologi informasi perusahaan dan fungsi staf. Biaya yang dibayarkan ke organisasi luar diuji dengan membandingkan jumlahdengan kesepakatan kontrak yang ditandatangani antara perusahaan dan erusahaan jasa luar.
Tujuan penyajian dan pengungkapan. Pengungkapan yang diperlukan untuk transaksi siklus penggajian dan personalia tidaklah dalam. Akan tetapi, beberapa transaksi yang kompleks, seperti obsi saham dan rencana konpensasi pejabat eksekutif lainnya mungkin memerlukan pengungkapan catatan kaki.

2.5.     CONTOH KASUS PENGGAJIAN DAN KEPEGAWAIAN

A.      Permasalahan
Hasil analisis atas unsur pengendalian intern atas sistem akuntansi penggajian pada PT Sarana Utama menunjukkan ada kelemahan atau kekurangan pada sistem penggajian yang selama ini dijalankan. Adapun kelemahan atau kekurangan pada sistem penggajian adalah:
1.   Pembagian  tanggung jawab pelaksanaan suatu transaksi atau kegiatan penggajian fungsi pembuatan daftar gaji merangkap pembayaran gaji dirangkap satu bagian.
2.   Struktur organisasi belum memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas, khususnya fungsi pembuatan daftar gaji dan pembayaran gaji.

B.       Sebab Masalah
Penyebab dari permasalahan yang dihadapi oleh PT Sarana Utama yaitu:
1.   Terkait dengan mencatat kehadiran karyawan perusahaan menggunakan kartu hadir karyawan secara manual. Pada alat pencatatan absensi karyawan yang konvensional memerlukan banyak intervensi pegawai bagian administrasi kepegawaian maupun kejujuran karyawan. Hal ini disebabkan karena adanya manipulasi data kehadiran apabila pengawasan yang kontinyu pada proses ini tidak dilakukan semestinya.
Dengan menggunakan kartu hadir karyawan secara manual memungkinkan dapat terjadinya:
a.      Tidak keakrutan absensi kehadiaran karyawan, misalnya Pencetak waktu dapat diset atau reset manual, sehingga mungkin dapat menjadi tidak akurat.
b.     Mungkin terjadi Kartu absensi dapat dipertukarkan antar rekan sekerja.
c.      Kemungkinan kesalahan penyalinan data dari kartu absensi cukup besar karena dilakukan secara manual.
2.   Adanya perangkapan tugas di bagian personalia yaitu fungsi pembuatan daftar gaji dan fungsi pembayaran gaji dikerjakan satu orang dengan alasan pertimbangan efisiensi dan tujuan ekonomis perusahaan. Dalam organisasi untuk memenuhi unsur pengendalian intern fungsi pembuatan daftar gaji harus terpisah dari fungsi pembayaran gaji, karena fungsi pembuatan gaji bertanggung jawab atas tersediannya berbagai informasi operasi berada di bawah bagian personalia, sedangkan fungsi pembayaran gaji bertanggungjawab atas gaji yang dibayarkan kepada karyawan berada di bawah bagian keuangan.

SIMPULAN DAN SOLUSI ATAS KASUS
Simpulan
1.    PT Sarana Utama adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengiriman barang atau ekspedisi. Perusahaan ini hanya melayani pengiriman barang antar pulau saja dengan menggunakan angkutan kapal laut.
2.    Terkait dengan mencatat kehadiran karyawan perusahaan menggunakan kartu hadir karyawan secara manual. Pada alat pencatatan absensi karyawan yang konvensional memerlukan banyak intervensi pegawai bagian administrasi kepegawaian maupun kejujuran karyawan.
3.    Berkaitan dengan sistem pengendalian intern atas penggajian pada PT Sarana Utama Surabaya kurang memenuhi unsur pengendalian intern dimana tidak terdapat struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas yaitu perangkapan fungsi gaji dan pembayaran gaji yang dilakukan oleh satu orang karyawan yaitu bagian personalia.
4.    Dengan adanya perangkapan fungsi gaji dan pembayaran gaji yang dilakukan oleh satu orang karyawan yaitu bagian personalia ini menunjukkan kurang internal cek, sehingga data yang dihasilkan kurang dapat dipercaya dan mengakibatkan sistem informasi akuntansi pengendalian dan perencanaan yang akan sulit dilaksanakan, sehingga berpengaruh terhadap lemahnya fungsi pengawasan yang dilakukan.
5.    Terkait dengan mencatat kehadiran karyawan perusahaan menggunakan kartu hadir karyawan secara manual dapat menyebabkan: (a) Karyawan dapat menitipkan kartu absensinya kepada karyawan lain untuk mengisi daftar kehadirannya; (b) Perusahaan kurang memperoleh data-data yang akurat mengenai jumlah jam kerja karyawan.
6.    Pembuatan daftar gaji dengan mesin absen sidik jari (finger print banyak memperoleh manfaat yanglebih baik daripada saat perusahaan masih menggunakan kartu absensi. Manfaat mesin absen sidik jari (finger print).
7      Pelaksanaan pengendalian intern penggajian pada perusahaan sudah cukup baik dilihat dari adanya: (a) Terdapat sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang telah diterapkan, sehingga prosedur penggajian secara jelas dapat terlihat dalam uraian tugas dan wewenang yang dapat dimengerti dan terlaksana dengan baik; (b) Terlaksananya praktek yang sehat oleh perusahaan khususnya pihak yang terkait dengan proses penggajian; (c) Terdapatnya pegawai yang cakap dan melaksankan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab pada bagiannya masing-masing.
Solusi
1.        Sebaiknya bagian struktur organisasi yang telah ada supaya dipisahkan fungsi, tugas dari masing-masing fungsi, serta otorisasi (wewenang) dari setiap bagian yang berhubungan dengan sistem penggajian dalam menciptakan sistem panggajian yang baik di PT. Sarana Utama karena dengan adanya pemisahan tugas wewenang secara tegas maka pengendalian lebih mudah dilakukan serta data akuntansi yang tercatat terjamin ketelitian dan keandalannya.
2.        Hendaknya pengendalian intern penggajian yang telah diterapkan itu dapat dipertahankan dan dapat ditingkatkan untuk penyempurnaan kearah yang lebih baik, sehingga dapat mencapai sasaran yang diharapkan perusahaan.
3.        Pada unsur pengendalian intern untuk praktek yang sehat selain pemeriksaan mendadak, sebaiknya perusahaan juga membuat bagan alir arus dokumen sistem penggajian yang dapat memudahkan perusahaan untuk mengetahui pihak-pihak siapa saja yang terkait dalam proses penggajian dan bagaimana alurnya sehingga dapat memudahkan pengawasan dalam proses penggajiannya.
4.        Meskipun aktivitas pengendalian intern atas sistem penggajian pada perusahaan ini sudah berjalan dengan baik, sebaiknya perusahaan terus meningkatkan pengawasan atas aktivitas penggajian dan pengupahan ini sehingga akan memperkecil kesalahan-kesalahan yang dibuat.
5.        Pada unsur pengendalian intern untuk karyawan yang kompeten sebaiknya perusahaan memberikan pengembangan pendidikan karyawan selama menjadi karyawan perusahaan sesuai dengan tuntutan perkembangan pekerjaannya seperti seminar yang sesuai dengan bagian tugasnya.
6.        Pemanfaatan teknologi maju dalam mengaudit suatu perusahaan seperti PT. Sarana Utama memberikan  pengaruh positif pada pengelolaan data komputer sebagai alat bantu pengelolahan data dan memiliki kecepatan ketelitian dan kemampuan yang melebihi kemampuan manusia dalam menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai semua laporan yang ada di PT. Sarana Utama. Dengan keadaan ini agar dipertahankan dan dilanjutkan lebih maju yang sesuai dengan tujuan perusahaan.


 

 

 


BAB III

PENUTUP

 

 3.1.     KESIMPULAN

Bab ini menggambarkan audit tentang siklus penggajian dan personalia. Dalam siklus penggajian dan personalia serta jenis pengujian audit yang digunakan untuk mengaudit akun akun tersebut. Pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi ditekankan karena signifikan dari transaksi karena kualitas pengendalian yang tinggi di sebagian perusahaan. Pengujian atas rincian saldo umumnya terbatas pada prosedur analitis dan verifikasi kewajiban akrual yang berhubungan dengan penggajian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar